Bulan Juni 2010, sama saja dengan Juni di tahun sebelumnya. Juni masih bulan keenam dalam setiap tahun. Juni masih punya 30 hari. Yang membedakan tentu pengalaman yang masing-masing kita dapat selama bukan Juni.

Tak ada yang istimewa memang di bulan Juni 2010 ini, hanya ingin membuat memorial saja sekaligus menjadi ingatan pengalaman.

Tanggal 1 Juni, seperti biasa di Nusantara diperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Dikarenakan pada tahun 1945 di tanggal yang sama, Presiden Soekarno berpidato tentang Pancasila sebagai dasar negara. Walau menurut sejarah, Muhammad Yamin telah terlebih dahulu berpidato tentang Pancasila, namun pidato Bung Karno, sebutan akrab Presiden Soekarno, dianggap lebih lengkap di depan BPUPKI. Sehingga BPUPKI membentuk panitia sembilan untuk merumuskan dasar negara Republik Indonesia.

Pancasila sudah berusia 65 tahun, lebih tua 78 hari dari hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Mempunyai lima sila dan 36 butir penjabaran sila-sila Pancasila. Oya, butir-butir ini telah menjadi 45 butir. Namun hingga saat ini saya sendiri belum pernah tahu perubahan atau penambahan sembilan butir baru. Namun dulu saat sekolah dasar ikut Cerdas Tangkas P4, setiap jawaban yang menunjukkan butir pancasila ada 36 diberi nilai 100. Berarti bila saat menjawab 36 butir di babak rebutan, pasti nilai dikurangi 100. Namun demikian, sepertinya lebih bagus 45 butir, artinya banyak ajaran moral yang menuntun kita agar menjadi warga negara yang baik dan berbakti pada negara. Dengan kata lain, patriotisme dan nasionalisme kita tak diragukan lagi bila mengamalkan 45 butir Pancasila.

Nah, bagaimana saat ini, apakah Pancasila masih merupakan dasar kita untuk bernegara? Jawabannya tentu masih dan akan terus masih menjadi dasar negara kita,negara kesatuan. Masalahnya adalah, apakah ajaran yang diberikan telah diamalkan oleh kita sebagai warga negara. Paling tidak, tak haruslah menghafal 36 atau 45 butir, tapi (masih) bisakah menghafal lima sila dalam Pancasila? :) . Terus terang sangat susah menjawab secara objektif. Bila secara subjektif, dengan menilai diri sendiri, jawabannya adalah kurang diamalkan. Semua seakan sirna begitu saja sejak era Pak Harto tak lagi menjadi pimpinan negeri ini. Ajaran Pancasila yang setiap tahun, paling tidak, bergema di kalangan pelajar, siswa, dan mahasiswa,menjadi menguap. Tentu itu bukan alasan, karena Pancasila bukan milik Pak Harto. Pancasila adalah dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Namun saya sendiri sebagai warga negara yang ingin menjadi warga yang baik, sudah lupa bahwa fondasi bernegara saya adalah Pancasila, walau kelima sila Pancasila masih bisa saya ingat.

Tanggal 3 Juni, hehe, ini apa bertentangan dengan Pancasila yah? Entahlah…Pastinya di tanggal ini di tahun 2010, di Nusantara ini, tersiarlah kabar akan adanya video pribadi yang beredar di ranah publik. Video ini kalau dilihat agak sensitif, karena isinya pada tak berpakaian, alias porno. Hehe, pelaku yang memerankan lakon di sini diduga adalah pasangan artis atau kekasih, dengan inisial AP dan LM. Wow, terus terang saya juga unduh dan menyaksikan video ini. Tentu perlakuan saya ini bertentangan dengan Pancasila, hehe. Entah bertentangan dengan sila yang mana, namun terlepas dari masalah agama mengunduh dan menonton aib orang adalah termasuk asusila dan amoral. Tentu sebagai warga negara yang baik perlakuan itu tak baik. Konon lagi, saya ikutan membicarakan aksi yang dilakukan oleh mereka yang diduga artis berinisial AP dan LM.

Tanggal 5 Juni, disebut hari lingkungan hidup sedunia. Konteksnya memang internasional, namun bisa sangat cocok dengan yang diajarkan Pancasila. Tentu saya tak tahu mana sila dan butir yang berhubungan langsung dengan penyelamatan lingkungan. Namun sebagai warga Nusantara yang baik, momen ini menjadi pengingat bagaimana perlakuan kita akan lingkungan sejauh ini. Saya juga tak dapat memberi contoh konkrit, aksi apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan kita. Paling tidak yang bisa saya lakukan saat ini adalah, tak buang sampah sembarangan. Untuk hal lain seperti pengurangan emisi karbon, saya masih naik sepeda motor ke tempat kerja, belum bisa konsisten naik kendaraan umum. Di rumah saya hanya bisa coba hemat listrik dan air. Walau tentu saja di saat tertentu terpaksa boros juga, hehe.

Tanggal 8 Juni, masih dan sangat berhubungan dengan tanggal 3 Juni. Tersebarlah video esek-esek, kali ini pasangan yang sedang indehoy adalah diduga AP dan CT. Ya masih AP, namun dengan pasangan intim lain. Ya, AP sangat baik karen bisa dan mau membagikan bagiannya ke beberapa perempuan. Diduga AP juga masih punya beberapa video yang belum terunggah.

Saya terigat dengan teman di geng dunia maya, yang katanya juga dapat istilah ini di kantornya, AP sangat baik dalam menjalankan silaturahmi dengan beberapa teman perempun. Tentu silaturahmi ini adalah hal yang Pancasilais. Namun mengumbar video macam ini bukanlah pancasilais, tapi apa pun hendak dikata, mereka berbuat atas nama pribadi mereka.

bersambung ke sana