Ulasan Persib Lawan Persebaya

Ulasan Persib Melawan Persebaya

Putaran 8 Besar Liga Super Indonesia tentu saja ada delapan tim di sana. Sumatera diwakili hanya oleh Semen Padang. Papua hanya diwakili oleh Persipura, Kalimantan hanya diwakili oleh Mitra Kukar. Namun hanya Pulau Jawa yang bisa diwakili oleh lima tim, Arema Malang, Persib, PBR, Persebaya, dan Persela Lamongan. Juga tim dari pulau ini yang jadi juara masing-masing wilayah pada putaran reguler. Keduanya dai Jawa Timur, mereka: Arema Cronus dari Malang dan Persebaya dari Surabaya. Arema juara wilayah barat sedangkan Persebaya jadi raja di wilayah timur.

Hingga empat pertandingan, kedua juara wilayah in punya hasil yang relatif beda. Arema bisa dapat 7 poin, sedangkan Bajul Ijo, raihan mereka hanya 3 poin. Arema bisa raih dua kemenangan, sedangkan Persebaya sebelum ditekuk Persib di Jalak Harupat, mereka hanya bisa raih hasil imbang tanpa menang.

Pada pertandingan pertama Putaran kedua babak 8 besar, kedua tim Jawa Timur ini mengalami kekalahan. Keduanya kalah saat tandang. Arema kalah lawan Persipura di Mandala Jayapura. Persebaya kalah lawan Persib di Jalak Harupat, Bandung.

Persib versus Persebaya pada 8 besar ini adalah pertemuan kedua. Pertemuan pertama mereka imbang di Surabaya. Pertemuan keduanya di musim ini merupakan rangkaian pertandingan kedua tim yang sudah sepuh di sepak bola Indonesia. Dua dari beberapa tim yang berasal dari perserikatan (bond) yang kerap mengirimkan pemain mereka menjadi pemain nasional Republik Indonesia (RI). Keduanya pernah juara saat perserikatan masih kiblat dan cermin persepakbolaan RI. Persebaya pernah bawa pulang tropi 6 kali dan Bobotoh bawa pulang lima piala ke Bandung. Persib lah yang bawa pulang piala perserikatan terakhir pada tahun 1994. Karena pada musim berikutnya PSSI membuat liga profesional dengan menggabungkan klub yang di bawah perserikatan dengan klub “semi-pro” Galatama. Sistem kompetisi ini masih terus berjalan hingga saat ini walau sudah berubah format dan nama. Menariknya, Persib adalah juara pertama saat kompetisi RI diproklamirkan menjadi liga profesional, dan juara itu belum pernah sekali pun bertambah. Pun Persebaya, sejak era profisional ini berjalan, juga sudah pernah peluk piala itu pada tahun 2004. Tak beda dengan Persib, hingga saat ini tim hijau ini tak bisa menambah goresan sejarah untuk bawa pulang piala lagi setelah 2004. Musim ini bisa memberikan harapan pada kedua belah suporter, bahwa dengan skuad yang ada, mereka bisa merengkuh gelar ke-2 di ajang kompetisi profesional ini. Atau gelar pertama saat ajang ini bernama Indonesia Super League.

Read more

Opera Liga Italia

Seyogyanya opini ini diselesaikan saat giornata pertama akan berjalan. Sepekan sebelum international break yang membosankan, 31 Agustus 2014. Bagi yang sudah kenal, pasti senyum saja dengan alasan pada kalimat pertama. Tapi walau rampung juga saat international break yang kedua (godness), inti dari masalah ini masih bisa sampai.

 

Liga Italia dengan kasta yang tertinggi Serie A, saat ini bila kita sebut dalam perbincangan di warung kopi hanya akan jadi bahan sinisme orang lain. Minimal masih ada kalimat: “ masih ada itu liga?”… atau ada juga petikan, “ liga mana lagi itu?” , selanjutnya, ada juga semprotan, “ih, masih nonton itu liga?” Juga ada yang lebih ekstrem, saat kita singgung liga ini, dia atau mereka diam. Bukan sebab tak tahu, tapi diam sesaat dengan jeda, trus keluar dari mulutnya, “ bahas itu, Kau pindah meja saja sana!” Iya, bukan dengan tanda tanya, tapi tanda seru.
Read more

Refleksi Semi Final Piala Dunia 2014

Kata refleksi ini entah apa pun mknanya hanya lah sebuah kata yang muncul saat bahasan di warung kopi. Kalau hanya mau tahu makna apa itu refleksi, berkunjung saja ke sini. Jangan lupa ucapkan salam dulu bila ke sana.

Penonton cenderung ingin menikmati pertandingan yang sesuai dengan seleranya. Terlepas hasil yang terjadi saat akhir laga. Bisa dikatakan penontong ingin menikmati permainan kedua tim dengan suguhan permainan indah dan atraktif. Tentu ingin menuju sebuah kepuasan ada banyak gol di sana. Tak perduli tim mana yang buat bobol atau tim mana yang dibuat bobol. Yang penting penonton puas. Biasanya ini penonton yang tak fanatik sebuah tim, hanya ingin enak saja lihat hasil. Agar bayaran terhadap bergadang, uang kopi di warung, dan nanti diomelin istri pas pulang menjadi terbayar.
Read more

Return top
nulis tanpa mikir™